Mendebat RUU Anti Pornografi dan Anti Pornoaksi

Satu lagi calon produk perundangan yang membawa polemik. Kali ini giliran RUU Anti Pornografi dan Anti Pornoaksi. Lama tidak terdengar gaungnya, RUU ini tiba-tiba sudah sampai di DPR. Menunggu pengesahannya yang ditargetkan Menneg PP pada pertengahan 2006.

Setidaknya ada tiga sudut pandang untuk melihat kontroversi yang timbul. Sudut pandang seni, feminisme, dan kebebasan berekspresi. Keberatan yang terakhir muncul karena RUU ini secara nyata telah memasuki ranah kebebasan individu. Intervensi yang berlebihan dari negara –baca: pemerintah- terhadap warganya.

Continue reading Mendebat RUU Anti Pornografi dan Anti Pornoaksi