Memancing

Di antara sekian kegemaran Pak Tua, memancing adalah yang paling ia senangi. Pak Tua pertama kali memancing beberapa tahun lalu saat seorang teman mengajaknya mancing di satu-satunya kolam pemancingan kampung. Tidak butuh waktu lama bagi Pak Tua untuk menggemari kegiatan baru ini. Setiap minggu selama berbulan-bulan Pak Tua bersama warga kampung lain memancing di kolam ini.

Setelah kira-kira tiga tahun, Pak Tua mulai bosan memancing di kolam. Ia bertanya-tanya kenapa warga kampung tidak coba memancing di sungai atau di laut. Saat menanyakan langsung pada warga kampung, Pak Tua justru mendapat ekspresi ketakutan dan keterkejutan.

”Jangan!”
”Berbahaya!”
”Memancing ya di sini Pak Tua, mau dimana lagi?”

Namun karena penasarannya, pergilah juga Pak Tua ke laut untuk memancing. Sepulang memancing, ia menunjukkan ikan-ikan besar hasil pancingannya ke warga kampung. Pak Tua juga mengajak warga kampung untuk merasakan senangnya memancing dan mendapat ikan besar di laut.

Di tengah perbincangan, majulah pemancing kolam paling senior mendekati Pak Tua.

”Pak Tua, sudah sejak nenek moyang kita memancing di kolam ini. Tidak ada tempat memancing lain selain di sini. Sudahlah Pak Tua, ini nenek moyang kita sudah membuat buku panduan memancing dan daftar jenis-jenis ikan. Tidak ada jenis ikan seperti yang Pak Tua tangkap. Itu bukan ikan, Pak Tua. Kembalilah kemari dan memancing bersama kami, lupakanlah laut, di sana tidak ada ikan.”

(Nathanael Gratias Sumaktoyo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *